CIRI-CIRI
FRANCHISE DAN WARALABA
Memiliki sistem kuat dan
bermodal besar.
Sistem yang kuat mampu teruji
secara bertahun-tahun sesuai dengan tujuan dan kultur kerja. Modal besar adalah
penting mengingat BEP (break event point) atau balik modal setiap usaha
berbeda-beda. Pada beberapa bulan pertama sejak openning biasanya nggak ambil
untung. Dan ini tentu saja butuh modal
berlipat. Kalau nggak ada modal kuat, siap-siap saja dikejar-kejar invoice
supplier.
Memiliki ciri khas usaha.
Yang dimaksud dengan “ciri
khas” adalah suatu usaha yang memiliki keunggulan atau perbedaan yang tidak
mudah ditiru dibandingkan dengan usaha lain sejenis, dan konsumen selalu
mencari cirri khas yang dimaksud. Misalnya, sistem manajemen, cara penjualan
dan pelayanan, atau penataan atau cara
distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemberi waralaba.
Tak sekedar menjual bisnis.
Franchisor hendaknya tak
pelit berbagi ilmu dan pengalaman seputar sistem kerja waralaba. Ini bukan
sekedar ajang membeli nama, namun juga sarana transfer ilmu dari franchisor ke
franchisee. Hubungan keduanya hendaknya bersifat mutualisme atau saling
menguntungkan. Franchisee mendapatkan keuntungan optimal, sedangkan franchisor
mendapat royalty fee yang sepadan.
Memiliki laporan keuangan
yang akuntable.
Laporan keuangan hendaknya
disusun secara rapi, mudah dibaca dan dibuat berdasarkan kondisi fakta. Akan
lebih baik bila dibuat oleh akuntan publik. Yang sering terjadi adalah
menyerahkan laporan keuangan kepada staff dari dalam. Hal ini sangat berpeluang
terjadi manipulasi data, terutama saat perusahaan membutuhkan kucuran dana dari kreditor.
Menyediakan pelatihan
karyawan sampai mahir.
Transfer ilmu dan pengalaman
bukan hanya terjadi dalam posisi vital manajemen, namun juga kepada praktisi di
lapangan yang berhubungan langsung dengan konsumen. Pelatihan hendaknya
memiliki standard yang baku
sehingga kemampuan teknik karyawan memiliki kesamaan parameter. Pelatihan yang
buru-buru dan tidak sempurna bisa menimbulkan kekacauan manajemen yang berujung
kepada kerugian finansial usaha.
Menyediakan peralatan yang
dibutuhkan.
Peralatan memang tersedia di
pasaran dan bisa dibeli sesuai kemampuan franchisee. Namun alangkah baiknya kalau
pihak franchisor bersedia membantu menyediakan peralatan kerja. Ini bukan saja
akan memangkas biaya yang tidak perlu, namun juga proses pembelajaran yang baik
tentang peralatan. Banyak kejadian karyawan dibelikan peralatan canggih tapi
nggak bisa dimanfaatkan karena nggak tahu cara
mengoperasikannya.
Menyuplai bahan makanan
sehingga kualitas terjaga.
Adanya Standard Operation
Procedure (SOP) adalah untuk menciptakan kesamaan standard kualitas rasa,
warna, tampilan, penyajian dan pelayanan. Sistem order yang baik bisa mencegah
kerusakan bahan makanan dan menjaga konsistensi jumlah pelanggan sehingga
keuntungan usaha bisa di optimalkan.
Terbukti sudah memberikan
keuntungan.
Yang dimaksud “sudah memberi
keuntungan” adalah menunjuk kepada pemberi waralaba yang telah dimiliki kurang
lebih 5 (lima)
tahun dan telah mempunyai kiat-kiat bisnis untuk mengatasi masalah-masalah
dalam perjalanan usahanya, dan ini terbukti dengan masih bertahan dan
berkembangnya usaha tersebut dengan menguntungkan.
Memiliki standar atas
pelayanan barang dan jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis.
Yang dimaksud adalah standar
secara tertulis supaya penerima waralaba dapat melaksanakan usaha dalam
kerangka kerja yang jelas dan sama (standar operasional kerjanya).
Mudah diajarkan dan
diaplikasikan.
Yang dimaksud dengan “mudah
diajarkan dan diaplikasikan” adalah mudah dilaksanakan sehingga penerima
waralaba yang belum memiliki pengalaman atau pengetahuan mengenai usaha sejenis
dapat melaksanakannya dengan baik sesuai dengan bimbingan operasional dan
manajemen yang berkesinambungan yang diberikan oleh pemberi waralaba.
Adanya dukungan yang
berkesinambungan.
Yang dimaksud dengan
“dukungan yang berkesinambungan” adalah dukungan dari pemberi waralaba secara
terus menerus seperti bimbingan operasional, pelatihan, dan promosi.
Hak dan kekayaan intelektual
yang telah terdaftar.
Yang dimaksud dengan “hak
kekayaan intelektual yang telah terdaftar” adalah hak kekayaan intelektual yang
terkait dengan usaha seperti merek, hak cipta, hak paten, rahasia dagang sudah
di daftarkan dan mempunyai sertifikat atau sedang dalam proses pendaftaran di
instansi yang berwenang.
SYARAT-SYARAT
1. Memiliki ciri khas usaha
misalnya merk, bahan baku, cara
penyajian dan sebagainya.
2. Perusahaan harus
membukukan keuntungan selama minimal dua tahun.
3. Perusahaan waralaba wajib
memiliki standar operasi pelayanan (SOP) atas barang dan jasa yang ditawarkan. Selanjutnya,
SOP tersebut harus mudah diajarkan dan diaplikasikan.
4. Perusahaan waralaba harus
memperlihatkan adanya kesinambungan usaha.
5. Perusahaan waralaba harus
memenuhi jaminan hak kekayaan intelektual (HAKI).
Keuntungan Waralaba
1. Konsep bisnisnya sudah jelas dan dibantu dengan adanya Pelatihan
sehingga bisnis berjalan sesuai dengan konsep atau sesaui dengan produk utama.
2. Menjalankan konsep bisnis yang sudah jalan dan dikenal oleh masyarakat
3. Kontrol bisnis sudah dibantu oleh system
4. Bisa konsultasi dengan penyedia waralaba setiap kendala yang diahadapi di
lapangan
5. Pengembangan bisnis dipikirkan juga oleh penyedia waralaba
Kerugian Waralaba
1. Rugi
Ketika salah memilih waralaba
karena di awal kita telah menyetorkan uang franchise fee yang nilainya cukup
besar
2. Keuntungan yang didapat sebagian penyedia waralaba menetapkan bagi hasil
3. Sebagian penyedia waralaba tidak banyak membantu dalam mengembangkan bisnis,
mereka hanya memberikan konsep, mentrasfer konsep tetapi mereka tidak
bertanggung jawab terhadap kesuksesan bisnis, mereka lepas tangan terhadap perjalanan
bisnis selanjutnya.
4. Jika bisnis utama mendapat masalah maka akan berpengaruh terhadap bisnis
waralaba yang lainnya.
Oleh karena itu ketika kita memutuskan untuk menjalankan bisnis waralaba maka
kita harus pelajari benefit dan support apa yang diberikan oleh penyedia
waralaba, peran yang diberikan oleh penyedia waralaba harus besar dan kita
memang sangat membutuhkannya karena kita memang tidak bisa melakukannya sendiri
dan tidak punya pengalaman terhadap bidang tersebut.
Keuntungan Franchise
1. Pihak franchisor memiliki akses pada permodalan dan
berbagi biaya dengan franchisee dengan resiko yang relatif lebih rendah.
2. Pihak franchisee mendapat
kesempatan untuk memasuki sebuah bisnis dengan cara
cepat dan biaya lebih rendah dengan produk atau jasa yang telah teruji dan
terbukti kredibilitas mereknya.
3. Lebih dari itu, franchisee
secara berkala menerima bantuan manajerial dalam hal pemilihan lokasi bisnis,
desain fasilitas, prosedur operasi, pembelian, dan pemasaran.
Kerugian Franchise
1. Sistem franchise tidak
memberikan kebebasan penuh kepada franchisee karena franchisee terikat
perjanjian dan harus mengikuti sistem dan metode yang telah dibuat oleh
franchisor.
2. Sistem franchise bukan
jaminan akan keberhasilan, menggunakan merek terkenal belum tentu akan sukses
bila tidak diimbangi dengan kecermatan dan kehati-hatian franchisee dalam
memilih usaha dan mempunyai komitmen dan harus bekerja keras serta tekun.
3. Franchisee harus bisa
bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik dalam hubungannya dengan franchisor.
4. Tidak semua janji
franchisor diterima oleh franchisee.
5. Masih adanya ketidakamanan
dalam suatu franchise, karena franchisor dapat memutuskan atau tidak
memperbaharui perjanjian.